BACAAN SHOLAT 5 WAKTU
Shalat lima waktu adalah salat yang dikerjakan pada waktu tertentu, sebanyak lima kali sehari. Salat ini hukumnya fardhu 'ain (wajib), yakni wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang telah menginjak usia dewasa (pubertas), kecuali berhalangan karena sebab tertentu.
Salat lima waktu merupakan salah satu dari lima Rukun
Islam. Allah menurunkan perintah salat lima waktu ini ketika
peristiwa Isra' Mi'raj. Salat lima waktu tersebut adalah sebagai berikut:
- Subuh, terdiri dari 2 rakaat. Waktu Shubuh diawali dari munculnya fajar shaddiq, yakni cahaya putih yang melintang di ufuk timur. Waktu shubuh berakhir ketika terbitnya matahari.
- Zuhur, terdiri dari 4 rakaat. Waktu Zhuhur diawali jika matahari telah tergelincir (condong) ke arah barat, dan berakhir ketika masuk waktu Ashar.
- Asar, terdiri dari 4 rakaat. Waktu Ashar diawali jika panjang bayang-bayang benda melebihi panjang benda itu sendiri. Khusus untuk madzab Imam Hanafi, waktu Ahsar dimulai jika panjang bayang-bayang benda dua kali melebihi panjang benda itu sendiri. Waktu Asar berakhir dengan terbenamnya matahari.
- Magrib, terdiri dari 3 rakaat. Waktu Magrib diawali dengan terbenamnya matahari, dan berakhir dengan masuknya waktu Isya.
- Isya, terdiri dari 4 rakaat. Waktu Isya diawali dengan hilangnya cahaya merah (syafaq) di langit barat, dan berakhir hingga terbitnya fajar shaddiq keesokan harinya. Menurut Imam Syi'ah, Salat Isya boleh dilakukan setelah mengerjakan Salat Magrib.
- Khusus pada hari Jumat, laki-laki muslim wajib melaksanakan salat Jumat di masjid secara berjamaah (bersama-sama) sebagai pengganti Salat Zhuhur. Salat Jumat tidak wajib dilakukan oleh perempuan, atau bagi mereka yang sedang dalam perjalanan (musafir).
Syarat Wajib Sholat
Muslim (Beragama Islam) – Orang yang hanya berserah diri kepada
Allah
Berakal Sehat dan Sadar
Telah sampai dakwah Islam
Baligh (Cukup Umur)
Syarat Sah Sholat
Aurat tertutup, pastikan jangan sampai ada pakaian yang
tersingkap seperti pakaian yang kekecilan sehingga dapat terbuka saat melakukan
gerakan sholat
Tubuh, Pakaian dan Tempat Sholat Suci dari hadats serta najis
Bersuci – Wudhu sesuai yang sudah diajarkan Rasulullah
Salawah’hualaihi wasalam
Masuk waktu shalat
Menghadap arah kiblat
Tumakninah (Tenang, Khyusuk, Fokus) dan Tertib atau urut sesuai
dengan rukun Sholat
Rukun Sholat
Rukun konsekuensinya wajib dilakukan, jika sengaja ditinggalkan
atau tidak dilakukan berarti batal.
Niat Sholat
Niat adalah berilmu atau bermaksud melakukan sesuatu
sekalipun hanya dalam hati, hal tersebut sudah termasuk niat tanpa harus
melafalzkannya.
Berdiri Tegak
Pandangan mata mengarah ke tempat Sujud bagi yang
mampu – Bagi yang tidak mampu atau memiliki kekurangan fisik dan penyakit
tertentu yang membuatnya tidak sanggup berdiri maka bisa lakukan dengan dukuk
jika masih tidak mampu bisa dilakukan dengan cara berbaring
Takbiratul
Ihrâm
Mengucapkan Takbir “Allahu akbar” ketika mengawali
ibadah sholat, dan ketika seseorang sudah melakukan takbiratul ihram pertanda
bahwa tidak boleh melakukan hal hal diluar sholat yang berarti seseorang sudah
masuk dalam ibadah Sholat sehingga harus diam dan hanya mengucapkan bacaan
bacaan sholat yang akan dibaca nantinya
Membaca Surat
al-Fatihah ;
Bismillâhirrahmânirrahîm merupakan bagian ayatnya. Terdapat beberapa pendapat
berbeda Imam Syafi’i berpendapat bahwa Basmalah ikut dibaca dan dikeraskan oleh
imam, Imam Ahmad berpendapat dibaca tetapi lirih atau tidak dikeraskan dan Imam
Malik sama sekali tidak membaca basmalah.
Ruku
Badan turun dan dibungkukan sambil membaca doa saat Ruku
Thuma’ninah (Dilakukan dengan tenang dan ikhlas atau tidak terburu-buru)
Bangun dari ruku’ dan I’tidal
Thuma’ninah, (Dilakukan dengan tenang dan ikhlas atau tidak terburu-buru)
Sujud
Thuma’ninah (Dilakukan dengan tenang dan ikhlas atau
tidak terburu-buru)
Iftirasy
(Duduk diantara dua sujud)
Thuma’ninah (Dilakukan
dengan tenang dan ikhlas atau tidak terburu-buru)
Tasyahhud Akhir
Duduk untuk tasyahhud
akhir dan Membaca tasyahhud akhir.
Membaca
shalawat pada Nabi
Sallawahualaihiwasalam saat Tasyahhud Akhir
Salam pertama
Niat keluar dari shalat
Tertib; yakni mengurutkan rukun-rukun sesuai apa yang telah
dituturkan”
NIAT SHOLAT
Niat Sholat Subuh
أصلي فرض الصبح ركعتين
مستقبل
القبلة
أداء/مأموما/إماما
لله
تعالى
Usholli Fardhos Subhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa.an (Sendiri)/Ma’muuman(menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi Imam) Lillaahi Ta’aalaa. “Saya berniat sholat fardhu subuh dua rokaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”.
Niat Sholat Dhuhur
أصلي فرض الظهر أربع ركعات مستقبل
القبلة
أداء/مأموما/إماما
لله
تعالى
Usholli Fardhodh Dhuhri Arba’a Roka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa.an (Sendiri)/Ma’muuman(menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi Imam) Lillaahi Ta’aalaa. “Saya berniat sholat fardhu dhuhur empat rokaat menghadap kiblat karena Allat Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”.
Niat Sholat Ashar
أصلي فرض العصر أربع ركعات مستقبل
القبلة
أداء/مأموما/إماما
لله
تعالى
Usholli Fardhol Ashri Arba’a Roka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa.an (Sendiri)/Ma’muuman(menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi Imam) Lillaahi Ta’aalaa. “Saya berniat sholat fardhu asar empat rokaat menghadap kiblat karena Allat Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”.
Niat Sholat Maghrib
أصلي فرض المغرب
ثلاث
ركعات
مستقبل
القبلة
أداء/مأموما/إماما
لله
تعالى
Usholli Fardhol Maghribi Tsalasa Roka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa.an (Sendiri)/Ma’muuman(menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi Imam) Lillaahi Ta’aalaa. “Saya berniat sholat fardhu maghrib tiga rokaat menghadap kiblat karena Allat Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”.
Niat Sholat Isya
أصلي فرض العشاء
أربع
ركعات
مستقبل
القبلة
أداء/مأموما/إماما
لله
تعالى
Usholli Fardhol ‘Isya.i Arba’a Roka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa.an (Sendiri)/Ma’muuman(menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi Imam) Lillaahi Ta’aalaa. “Saya berniat sholat fardhu isya empat rokaat menghadap kiblat karena Allat Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”.
Doa Iftitah
Doa iftitah artinya doa pembuka. Bacaan dari doa iftitaf ini tidak wajib dibaca karena hukumnya sunnah. Doa ini dibaca setelah Takbirotul Ihram sebelum Al-Fatihah. Bacaan sholat setelah takbirotul ihram adalah sebagai berikut:
Allaahu Akbaru kabirow wal hamdu lillaahi
katsiiroo, wa subhaanallaahi bukrotaw wa asiila. Innii wajjahtu wajhiya
lilladzii fathoros samaawaati wal ardho haniifam muslimaw wa maa ana minal
musyrikiin. Inna shalaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaati lillaahi Rabbil
‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.
“Allah maha besar lagi sempurna kebesaran-NYA, segala puji
bagi-NYA dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku
kepada dzat yang telah menciptakan langit dan bumi, dalam keadaan lurus dan
menyerahkan diri. Dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya,
sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata hanya untuk Allah seru
sekalian alam. Tidak ada sekutu baginya, dan dengan itu aku diperintahkan untuk
tidak menyekutukannya. Dan aku adalah dari golongan orang-orang Muslim.”
Membaca Surat Al-Fatihah
Bismillaahirrohmaanirrohiim...
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.
Arrohmaanirrohiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaakana’budu wa iyyaaka nasta’iin.
Ihdinasshiroothol Mustaqiim. Shirootolladziina an’amta ‘alaihim ghoiril
maghdhuubi ‘alaihim waladhdhooolliin. Aaamiin.
“Dengan menyebut nama Allah yang maha
pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam. Yang
maha pengasih lagi maha penyayang. Raja yang menguasai hari kemudian (hari
kiamat). Hanya kepada-MU lah kami menyembah dan hanya kepada-MU lah kami
memohon pertolongan. Tunjukkan lah kepada kami jalan yang lurus. Yaitu jalannya
orang-orang yang Engkau beri ni’mat, bukan jalannya orang-orang yang Engkau
murkai, bukan pula jalannya orang-orang yang sesat.” Aaamiin
Membaca surat Al-Fatihah ini wajib hukumnya, sebab surat
Al-Fatihah termasuk rukun shalat. Surat Al-Fatihah ini dimulai dari ayat
pertama yaitu Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Apabila menjadi makmum dan kebetulan masbuq (makmum yan telat),
kemudian tidak sempat untuk menyelesaikan bacaan Al-Fatihahnya, maka tidak
mengapa walau hanya dengan membaca Basmalah. Dan bagi makmum, bacaan Al-Fatihah
ini dibaca setelah Imam menyelesaikan bacaan Al-Fatihahnya atau ketika Imam
membaca surat. Dalam artian makmum tidak mendahului bacaan Al-Fatihahnya Imam.
Membaca Surat Dari Al-Qur’an
Setelah selesai membaca surat
Al-Fatihah, bacaan sholat selanjutnya adalah membaca surat atau sebagian ayat
dari Al-Qur’an. Membaca surat atau sebagian ayat dari Al-Qur’an ini hanya
dibaca pada rokaat pertama dan kedua. Selanjutnya setelah rokaat satu dan dua
cukup hanya membaca surat Al-Fatihah saja. Dan hukum dari membaca surat sendiri
adalah sunnah, artinya tidak apa-apa jika tidak dibaca. Meskipun begitu,
membaca surat atau sebagian ayat dari Al-Qur’an ini sangat dianjurkan untuk
tetap dibaca pada rokaat pertama dan kedua.
Ruku’
Setelah selesai membaca surat,
selanjutnya adalah ruku’. Perpindahan gerak dimulai dengan mengangkat kedua
tangan setinggi telinga sambil membaca Allaahu Akbar (Takbir). Kemudian
membungkuk kan badan, kedua tangan memegang lutut dan ditekan kan antara punggung
dan kepala agar rata.
Setelah itu membaca: “سبحان ربي العظيم وبحمده” sebanyak 3 kali.
“Subhaana robbiyal ‘adziimi wabihamdih” sebanyak 3 kali.
Mahasuci Tuhan yang Maha Agung Serta Memujilah Aku Kepadanya.
I’tidal
Setelah ruku’, kemudian bangkit
tegak dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca سمع الله لمن حمده (Sami’allaahu liman hamidah) (Allah maha mendengar terhadap
orang yang memujinya). Setelah berdiri tegak, lalu membaca :
“Robbanaa lakal hamdu mil us
samaawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.”Ya Allaah Tuhan kami, bagimu segala puji
sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki sesudah itu.
Bacaan sholat ketika sujud adalah: سبحان ربي الأعلى وبحمده (Subhaana robbiyal a’laa wabihamdih).
“Mahasuci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepadanya”.
Bacaan sholat ketika sujud adalah: سبحان ربي الأعلى وبحمده (Subhaana robbiyal a’laa wabihamdih).
“Mahasuci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepadanya”.
Sujud
Setelah i’tidal, selanjutnya adalah sujud (tersungkur ke bumi,
tanpa mengangkat tangan). Disaat turun hendak bersujud itu membaca takbir. Tata
cara sujud yang benar yaitu dengan meletakkan dahi ke bumi, telapak tangan,
lutut, dan jari-jari kaki semuanya menempel di bumi/lantai.
Duduk Di antara Dua Sujud
Setelah sujud kemudian duduk sambil membaca takbir saat
perpindahan gerak. Kemudian membaca bacaan sholat doa berikut:
رب اغفررلي وارحمني واجبرني وارفعني
وارزقني واههدني وعافني واعف عني
“Robbighfirlii warhamnii
wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii”
Ya Allaah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah
segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku
petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.
Setelah selesai membaca doa ini kemudian sujud lagi seperti
halnya sujud yang pertama, Setelah selesai sujud yang kedua bangkit berdiri
lagi melanjutkan rokaat selanjutnya.
Tasyahud Awal
Bacaan sholat ketika sedang duduk tasyahud awal adalah sebagai berikut:
At-tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu
‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa
‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asy-hadu allaaa ilaaha illallaah wa asy-hadu
anna Muhammadarrosuulullaah. Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammad.
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah.
Salam, rahmat dan berkahnya kupanjatkan kepadamu wahai nabi Muhammad.
Keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang sholih-sholih. Aku
bersaksi, bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi, bahwa nabi Muhammad
utusan Allah. Ya Allah, limpahilah rahmat kepada nabi Muhammad.”
Pada rokaat kedua, kalau sholat yang kita kerjakan adalah sholat yang
memiliki jumlah bilangan tiga rokaat atau empat rokaat, maka pada rokaat kedua
duduk untuk membaca tasyahud awal/tahiyyat awal. Cara duduknya adalah kaki
kanan tegak dan telapak kaki bagian kiri diduduki.
Tasyahud Akhir
Bacaan sholat ketika duduk tasyahud akhir adalah sebagai berikut:
At-tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu
‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa
‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asy-hadu allaaa ilaaha illallaah wa asy-hadu
anna Muhammadarrosuulullaah. Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa
Muhammad,wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad. Kamaa shollaita ‘alaa sayyidinaa
Ibroohiim, wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibroohiim. Wabaarik ‘alaa sayyidinaa
Muhammad, wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad. Kamaa Baarokta ‘alaa sayyidinaa
Ibroohiim, wa’alaa aali sayyidinaa Ibroohiim. Fil ‘aalamiina innaka
hamiidummajiid.
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah.
Salam, rahmat dan berkahnya kupanjatkan kepadamu wahai nabi Muhammad.
Keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang sholih-sholih. Aku
bersaksi, bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi, bahwa nabi Muhammad
utusan Allah. Ya Allah, limpahilah rahmat kepada nabi Muhammad dan atas
keluarga nabi Muhammad. Sebagaimana engkau beri rahmat nabi Ibrohim dan
keluarganya. Dan limpahilah berkah atas nabi Muhammad dan keluarganya. Sebagaimana
engkau berkahi nabi Ibrohim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta, engkaulah
yang terpuji dan mulia.”
Cara Duduk Tasyahud Akhir
- Supaya pantat langsung duduk ke lantai, kaki kiri dimasukkan pada bagian bawah kaki kanan.
- Jari-jari kaki kanan tetap menekan ke lantai, seperti sedang mancal.
Salam
Setelah selesai membaca tasyahud akhir, kemudian salam untuk mengakhiri
sholat. Salam pertama, menengok kearah kanan dan membaca “Assalaamu’alaikum warohmatullaah” (Keselamatan dan Rahmat Allah semoga tetap tercurahkan
pada kamu sekalian), kemudian
salam kedua menengok kearah kiridan membaca “Assalaamu’alaikum warohmatullaah”.
Salam yang dihukumi wajib adalah salam yang pertama, sedangkan salam yang
kedua hukumnya sunnah. Salam pertama ini juga sebagai tanda bahwa sholatnya
telah berakhir. Setelah salam, hendaknya membaca dzikir setelah sholat terlebih dahulu. Setelah itu dilanjut
dengan membaca doa setelah sholat fardhu.
Bacaan Doa Qunut
Apabila mengerjakan sholat subuh, maka
pada rokaat yang kedua membaca doa qunut. Doa qunut dibaca setelah i’tidal
sebelum sujud. Doa qunut ini menurut Ulama’ Syafi’iyah hukumnya sama dengan
tasyahud awal, yaitu sunnah. Selain pada sholat subuh doa qunut juga
dibaca dalam sholat witr setelah pertengahan Ramadhan.
Dan kadang juga dibaca untuk menolak
balak/bencana, atau untuk mendoakan saudara-saudara muslim yang sedang mendapat
cobaan, doa qunut yang ini disebut doa qunut nazilah. Isi doanya tetap sama,
hanya sebab dan waktunya saja yang beda.
Syarat Sah Shalat
Syarat Sah Shalat yaitu suatu syarat yang
menyebabkan sahnya shalat seseorang. Dalam hal ini, asal semua syaratnya
terpenuhi, maka shalatnya sah. Sedangkan masalah shalat kita diterima atau
tidak itu urusan Allah. Sebab, ada sebagian orang yang terlalu fanatik dan
mempermasalahkan dengan syarat sah shalat ini, sehingga yang terjadi pada
dirinya adalah was-was tidak diterimanya shalat.
Oleh sebab itu, asal syarat sah shalat
dan rukun shalat terpenuhi, maka shalatnya sah. Masalah shalat kita diterima
atau tidak itu urusan Allah saja.
Berikut adalah syarat sah shalat :
- Beragama Islam
- Sudah Aqil Baligh
- Suci dari dua hadats (Hadats Besar dan Hadats Kecil)
- Suci dari najis, baik itu badan, pakaian dan tempat yang digunakan untuk sholat.
- Menutup aurat, (Aurat laki laki: Pusar sampai dengan lutut, wanita: Seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan)
- Telah masuk waktu sholat sesuai dengan ketentuan waktu masing-masing.
- Menghadap kearah kiblat.
- Mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunnah shalat.
Rukun Shalat
Rukun Shalat adalah suatu bagian dari shalat yang dengan itu
menjadikan shalat tersebut sah. Dan sebaliknya, jika ada rukun shalat yang
kurang maka menjadikan shalat tersebut tidak sah. Berikut adalah rukun shalat :
- Niat
- Takbirotul Ihram
- Berdiri tegak bagi yang mampu (Dalam Sholat fardhu). Diperbolehkan duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit.
- Membaca surat Al-Fatihah pada tiap rakaat
- Ruku’ dengan Thuma’ninah
- I’tidal dengan Thuma’ninah
- Sujud dua kali dengan Thuma’ninah
- Duduk diantara dua sujud dengan Thuma’ninah
- Duduk Tsyahud akhir dengan Thuma’ninah
- Membaca Tasyahud akhir dengan Thuma’ninah
- Membaca sholawat kepada Nabi pada Tasyahud akhir
- Mengucapkan salam yang pertama
- Tertib, maksudnya yaitu melakukan semua rukun shalat tadi dengan tertib dan runtut.
Sesuatu yang Membatalkan Sholat
Sholat menjadi batal atau tidak sah apabila salah satu rukun
atau syaratnya tidak terpenuhi atau ditinggalkan dengan sengaja. Selain itu,
sholat juga menjadi batal dengan sebab dibawah ini:
- Berhadast, yaitu hilangnya sifat toharoh dalam diri kita. Dalam artian kalau wudhu kita batal maka sholatnya juga ikut batal.
- Terkena najis yang tidak dimaafkan. Najis yang dimaafkan contohnya adalah darah dari bekas luka kita yang keluar dengan sendirinya dan tidak terkena pakaian kita, atau najisnya dari darah nyamuk yang sangat sedikit.
- Mengeluarkan kata-kata dengan sengaja selain bacaan sholat, meskipun itu satu huruf yang memiliki pengertian
- Terbukanya aurat
- Merubah niat, misalnya dalam hati ada niatan ingin memutus sholatnya
- Makan atau minum meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit, contoh dalam hal ini misalnya ada sisa makanan dalam gusi kemudian dengan sengaja menelannya, jika demikian maka sholatnya batal
- Bergerak tiga kali secara berturut-turut,
- Membelakangi arah kiblat
- Menambah rukun sholat yang bersifat gerakan, misalnya menambahi ruku’ atau sujud
- Tertawa terbahak-bahak
- Mendahului gerakan/rukun Imam lebih dari dua gerakan
- Murtad (Keluar dari agama Islam)
Sunnah Dalam Sholat
Dalam sholat, ada bagian-bagian dalam
sholat yang memiliki hukum wajib (rukun) dan sunnah. Sunnah dalam sholat
sendiri ada dua, yaitu sunnah Ab’adl dan sunnah Hai’at.
Sunnah Ab’adl
Apabila salah satu dari sunnah ab’adl
diatas ada yang lupa dikerjakan, maka disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi.
- Membaca tasyahud/tahiyyat awal
- Membaca sholawat atas nabi pada tasyahud/tahiyyat awal
- Membaca sholawat atas keluarga nabi pada tasyahud/tahiyyat akhir
- Membaca doa qunut pada rokaat kedua sholat subuh, sholat witr pada pertengahan bulan Ramadhan sampai akhir bulan Ramadhan
Sunnah Hai’at
- Mengangkat kedua tangan saat takbirotul ihrom, ketika akan ruku’, ketika bangun dari ruku’, dan ketika akan berdiri setelah tasyahud/tahiyyat awal.
- Meletakkan telapak tangan kanan diatas pergelangan tangan kiri ketika berdiri bersedakep setelah takbirotul ihrom.
- Membaca doa iftitah setelah takbirotul ihrom.
- Membaca ta’awudz ketika hendak membaca surat al fatihah.
- Membaca Aaamiin setelah selesai membaca surat Al Fatihah.
- Membaca surat dari Al Qur’an pada rokaat pertama dan kedua setelah selesai membaca surat Al Fatihah.
- Mengeraskan bacaan surat Al Fatihah dan surat pada rokaat pertama dan kedua pada sholat Maghrib, Isya’ dan Subuh.
- Membaca takbir saat perpindahan rukun/gerakan sholat.
- Membaca tasbih ketika ruku’ dan sujud.
- Membaca “Sami’allaahu liman hamidah” ketika bangun dari ruku’, dan membaca “Robbanaa lakalhamdu . . . ketika i’tidal.
- Meletakkan telapak tangan diatas paha ketika duduk tasyahud awal dan akhir.
- Duduk iftirosy pada semua duduk dalam sholat.
- Duduk tawarruk (duduk bersimpuh) pada saat tasyahud akhir.
- Membaca salam yang kedua.
- Memalingkan muka ke kanan dan ke kiri pada masing-masing waktu membaca salam yang pertama dan kedua.